Petani Porang Madiun Nikmati Kenaikan Harga Hingga Rp12 Ribu per Kg

Kabar24

Para petani porang di Kabupaten Madiun kini bisa bernapas lega. Harga porang di pasaran mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp12 ribu per kg, setelah sebelumnya sempat terpuruk di angka Rp2 ribu per kg. Lonjakan harga ini membawa angin segar bagi para petani yang sebelumnya mengalami kerugian besar.

“Alhamdulillah, Rp12 ribu per kg kemarin kita bisa menikmati dengan harga segitu. Dulu hancur harga hanya Rp2 ribu per kg,” ujar Karno, petani porang asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, saat dikonfirmasi pada Selasa (16/7/2024).

Karno berharap pihak Dinas Pertanian dan pemerintah dapat mempertahankan harga tinggi tersebut. “Kita berharap pihak dinas pertanian dan pemerintah bisa menstabilkan harga porang,” tandas Karno.

Senada dengan Karno, Warsito, petani porang asal Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, juga merasakan manfaat dari kenaikan harga ini.

“Kemarin sampai Rp11.800 hingga Rp12 ribu harga porang di petani. Alhamdulillah bisa menikmati. Tapi saat ini Rp9 ribu,” kata Warsito.

Selain harga porang yang stabil, para petani juga menikmati hasil panen bibit porang yang kini harganya kembali stabil di angka Rp70 ribu per kg. Sebelumnya, harga bibit porang sempat berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg, menyebabkan kerugian besar bagi petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Madiun, Sumanto mengatakan pihaknya berupaya keras untuk mempertahankan stabilitas harga porang.

“Upaya kita agar harga porang stabil, dengan memperbaiki tata tanam komoditas porang, juga perbaikan terkait tata niaga. Selain itu, juga membangun pabrik pengolahan porang (hilirisasi),” kata Sumanto.

Pembangunan pabrik pengolahan porang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas porang dan memberikan keuntungan lebih bagi para petani. Dengan adanya hilirisasi, porang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti tepung porang yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Selain itu, tata niaga yang baik akan memastikan distribusi porang lebih efisien dan mengurangi fluktuasi harga yang merugikan petani. Dengan demikian, petani porang di Madiun dapat lebih sejahtera dan berkelanjutan dalam mengembangkan komoditas unggulan ini.

Para petani berharap agar pemerintah terus mendukung upaya-upaya ini dan memastikan harga porang tetap stabil di masa mendatang. Dengan harga yang stabil, mereka dapat terus mengembangkan pertanian porang dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Demikian informasi seputar kenaikan harga porang yang bikin happy oleh petani porang. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Biserje.Com.