/Ini Alasan Aksi Beli Reksa Dana Jeblok Selama April

Ini Alasan Aksi Beli Reksa Dana Jeblok Selama April

Kinerja reksa dana sepanjang april 2019 dinilai menjadi yang terburuk sepanjang berjalan tahun 2019.

Aksi Buy investor di reksa dana melorot tajam sepanjang April 2019. penurunan pembelian reksa dana bahkan mencapai 77,22 persen dan menjadi penurunan terendah sepanjang tahun berjalan di 2019.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis per 30 April 2019, pembelian bersih reksa dana mengalami penurunan sebesar 77,22 persen dengan value sebesar Rp 2,09 triliun dari bulan sebelumnya Rp 9,20 triliun.

Anjloknya pembelian bersih reksa dana lantaran penerbitan surat berharga ritel yang diterbitkan oleh pemerintah yang dinilai lebih menguntungkan.

Menurut Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Alvin Pattisahusiwa, Penurunan beli bersih atau net subscription reksa dana lantaran  surat berharga negara seri saving bond retail (SBR) yang diterbitkan oleh pemerintah. Para investor di prediksi lebih tertarik kepada SBR dan cenderung melepaskan reksa dananya.

Alvin Menilai, penerbitan SBR oleh pemerintah dapat menjadi pengganti untuk produk reksa dana. Sebelumnya pada April lalu, Pemerintah melewati kementerian keuangan kembali menerbitkan instrument surat berharga negara ritel dengan seri SBR-006 serta tingkat kupon yang diberikan mencapai 7,95 persen.

Galeri Bursa Efek Indonesia (Antara)

Alvin Menjelaskan,  turunya aksi beli bersih reksa dana juga bisa disebabkan adanya penekanan dari sejumlah reksa dana terproteksi yang sudah jatuh tempo dan belum ada penerbitan ulang yang baru.

Disisi lain, aksi pencairan atau redemption reksa dana selama april tercatat mengalami peningkatan sebesar Rp 62,48 triliun, meningkat sebesar 12,72 persen dari jumlah sebelumya sebesar Rp 55,43 triliun di bulan Maret 2019. Namun, di saat yang sama  net subscription tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan terkoreksi sebesar 0,07 persen dengan Value Rp 64,58 triliun dari posisi sebelumnya Rp 64,63 triliun.

Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksa dana juga kian anjlok di akhir bulan April.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, asset under management (AUM) reksa dana per 30 April 2019 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dengan dengan value Rp 511,59 triliun dari bulan Maret dengan angka Rp 515,61 triliun. pelemahan dana kelolaan reksa dan ini merupakan pelemahan yang kedua  dan berturut-turut sejak awal tahun lalu..