/Huawei dan Amerika yang Kian Memanas Akibat Perang Dagang
Huawei dan Amerika

Huawei dan Amerika yang Kian Memanas Akibat Perang Dagang

Huawei dan Amerika kian memanas. Seiring dengan itu,  perusahaan teknologi AS semacam Microsoft dan Google ikut serta memboikot produk teknologi asal China ini.

Hal yang demikian menyulut wacana supaya China membalasnya dengan aksi serupa kepada produk Apple. Tetapi, CEO dan founder Huawei Ren Zhengfei menolak usul ini.

Dalam sebuah interview dengan Bloomberg yang dikutip dari CNN, Selasa (28/5/2019), Ren mengatakan, dirinya menolak beragam aksi balasan dari China kepada Trump ini.

“Hal tersebut tidak akan terjadi, dan jika memang terjadi, saya akan menjadi orang pertama yang melakukan protes,” ujar dia.

“Apple merupakan perusahaan terkemuka di dunia. Jika tidak ada Apple, mungkin tidak akan ada mobile internet. Apple adalah guru saya, dia lebih maju di depan kita, sebagai seorang siswa mengapa saya harus menentang guru saya?” lanjut dia.

Pemblokiran ini mengakibatkan Google dan ARM Holdings mempertimbangkan ikatan mereka dengan perusahaan asal China ini. Tidak cuma itu, sebagian supplier Inggris dan Jepang malah menunda perilisan dari produk ponsel terkini Huawei.

Pelarangan dari pemerintah Amerika Serikat terebut mengancam posisi Huawei sebagai produsen alat telekomunikasi terbesar di dunia juga brand ponsel terbesar nomor dua di dunia.

Analis di Fitch Rating menuliskan, larangan AS kepada perusahaan China ini dapat menghentikan momentum pertumbuhan Huawei yang positif.

Di sisi lain, aksi boikot ini dapat menguntungkan Samsung sebab konsumen di dunia mencari opsi selain Huawei.

Huawei p30 Pro salah satu keluaran terbaru dari Huawei (consumer.huawei.com)

Harga Smartphone Huawei menurun drastis di beberapa negara

Salah satunya pada harga smartphone seken produksi Huawei. Di Inggris smartphone Huawei P30 Pro sekarang terjun bebas. Smartphone ini diluncurkan pada kuartal I-2019 dengan harga 900 poundsterling (US$1150), harga yang sama dengan smartphone Samsung Galaxy S10 plus.

Seandainya diperbandingkan dengan harga ponsel bekas Samsung S10 plus harganya turun 45% menjadi 510 poundsterling atau sepadan US$650.

Dimasukkannya Huawei dalam daftar blacklist menjadikan Huawei tak dapat membeli  bagian dan suku cadang dari perusahaan AS.

Kebijakan ini menjadikan Google menangguhkan kerja sama dengan Huawei. Google tak lagi mengirimkan update dan melisensi smartphone Android yang diterbitkan Huawei. Kebijakan ini berlaku pada 19 Agustus 2019.