/Moeldoko: Infrastruktur adalah Kunci Pembangunan Ekonomi

Moeldoko: Infrastruktur adalah Kunci Pembangunan Ekonomi

Dalam seminar ekonomi, Moeldoko memberikan beberapa poin penting terkait ekonomi di Indonesia.

Masalah ekonomi sepertinya menjadi bahasan pokok yang sangat ditekankan pemerintah Indonesia, terutama di era Presiden Jokowi. Dalam masa pemerintahannya, Jokowi fokus kepada 2 faktor penting  terkait pembangunan ekonomi di Indonesia, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrasturktur. Keduanya memang harus ada jika pemerintah ingin memajukan perekonomian Indonesia.  Tidak heran jika Presiden Jokowi mengampanyekan berbagai pembangunan dan infrastruktur di berbagai daerah, serta kualitas sumber daya manusia melalui revolusi mentalnya. Meskipun langkah yang diambil Presiden Jokowi mendapatkan beragam reaksi, namun sepertinya kita patut mengapresiasi usaha Presiden Jokowi melalui kebijakannya.

SDM dan infrakstruktur, 2 faktor pertumbuhan ekonomi tersebut juga dianggap penting oleh berbagai pihak, salah satunya adalah Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Dalam sebuah seminar yang bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2019’ di Surabaya pada 25 Maret lalu, Moeldoko mengutarakan beberapa hal pokok terkait ekonomi dan kondisi ekonomi sekarang. Seperti yang dilansir di ksp.go.id, Moeldoko mengatakan, “Infrastruktur adalah kunci pembangunan ekonomi. Data memberikan bukti bahwa kualitas infrastruktur berasosiasi kuat dengan pendapatan per-kapita,” katanya di hadapan para peserta seminar.

Moeldoko menyampaikan materi ekonomi. (ksp.go.id )

Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memang menyampaikan apa yang menjadi tujuan pemerintahan sekarang. Ia juga menjelaskan bahwa di era pemerintahan Presiden Jokowi ada pergeseran prioritas. Dari subsidi energi untuk pertumbuhan ekonomi menjadi program infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi ke depan. Perubahan prioritas tersebut tercermin dari berbagai hal, salah satunya adalah dengan perubahan alokasi anggaran dalam bidang tersebut. Dalam masa pemerintahan Jokowi yang telah berjalan selama lima tahun, alokasi anggaran pemerintah untuk pemerintah meningkat pesat. Dari Rp154,7 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp415 triliun pada tahun 2019. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan sebesar 168,3%. Pada saat yang sama, alokasi untuk subsidi energi turun drastis 53,2%, dari Rp341,8 triliun menjadi Rp160 triliun.

Alokasi anggaran pemerintah di bidang ekonomi di era Jokowi menghasilkan berbagai infrastruktur baru yang dapat digunakan masyarakat. Pemerintah berhasil membangun, antara lain jalan sepanjang 3.387 km, jembatan 41,1 km, 164 unit jembatan gantung, 10 bandara baru, 19 pelabuhan, LRT di Sumatra dan Jadebotabek, MRT di Jakarta, jaringan serat optik ‘Palapa Ring’, 55 waduk, embung, serta jaringan irigasi. “Empat tahun di zaman Pak Jokowi, kita membangun jalan tol sepanjang 782,4 km. Sampai 2019 nanti, akan sepanjang 1.852 km,” imbuh Moeldoko.Dari berbagai pembangunan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Konektivitas, efisiensi, produktivitas, daya saing, komunikasi, dan perkembangan ekonomi digital diharapkan mampu berkembang secara merata di seluruh Indonesia.