/Apa Itu Big Data? Kemajuan Teknologi atau Sekadar Hoax?

Apa Itu Big Data? Kemajuan Teknologi atau Sekadar Hoax?

Perkembangan teknologi informasi membuat siapa saja dapat dengan muda memperoleh pengetahuan. Namun apakah pengetahuan itu benar?

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini tidak lepas dari adanya big data, atau secara mudahnya dapat dimengerti sebagai rekam data. Sebagai contoh adalah Walmart yang telah merekam 2,5 petabyte data pembelian dari 1 juta transaksi setiap jamnya. Dimana seluruh data tersebut disimpan? Informasi tersebut disimpan dalam media penyimpanan berkapasitas sekitar 2,5 petabyte (1 petabyte adalah 1.000 terabyte atau 1 juta gigabyte).

Jika kita membayangkan data dan transaksi tersebut, tentu angka yang cukup besar. Lantas informasi macam apa yang disimpan dalam media tersebut? Mengapa itu penting? Bagaimana peluangnya bagi kemajuan teknologi indonesia?

Kemajuan Sains dan Teknologi, Apa Itu Big Data?

Big Data adalah idiom untuk mengungkapkan volume data yang besar, yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Big Data  yang digunakan dalam Walmart tidak hanya sebagai data besar saja, namun tentang bagaimana Walmart melakukan hal dengan data tersebut. Big Data adalah bahan yang dapat dianalisis untuk pengambilan keputusan dari strategi bisnis yang lebih baik. Manfaat perkembangan teknologi dari pengolahan Big Data adalah keuntungan bisnis yang berlipat.

Sale Stok, E-Commerce Indonesia yang Sudang Mengaplikasikan Analisa Big Data (twitter.com)

Big Data mulai dikenal tahun 2000-an ketika analis industri Doug Laney mengutarakan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, yaitu volume, kecepatan, dan variasi. Di masa lalu pengumpulkan data dari berbagai sumber (transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin) adalah hal yang mustahil, namun degan teknologi masa sekarang hal tersebut mudah untuk direalisasikan.

Kemudian volume data tersebut juga harus diimbangin kecepatan melalui hardware maupun software. Sebagai contoh teknologi hardware seperti tag RFID, dan teknologi lainnya yang dibutuhkan menangani data real-time. Lalu karena data yang dikumpulkan mempunyai berbagai format berbeda (data terstruktur, data numerik database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan, dan lain sebagainya).

Selain ketika poin penting di atas, big data juga harus diimbangin dengan variabilitas dan kompleksitas. Selain kecepatan pengumpulan data, arus data juga kadang tidak konsisten, contohnya adalah hal yang viral di media sosial. Sehingga hal tersebut  dapat menjadi beban  dalam menganalis Big Data. Berbagai data acak yang ada tersebut akan membuat cukup sulit dalam proses penggabungan, pencocokan, membersihkan dan mengubah data. Akan tetapi poin utama dari Big Data adalah agar memiliki korelasi antar data yang acak.

Dari data yang ada di bumi (dengan jumlah yang tidak dapat dihitung kembali) maka hal tersebut dapat sangat berpeluang bagi bisnis, dan menjadi strategi mengolah informasi mentah agar diperoleh keuntungan. Hal terpenting dari Big Data adalah bagaimana cara mengolah data internal dan eksternal tersebut. Sehingga akan diperoleh hal terkait pengurangan biaya, efisiensi waktu, inovasi produk, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Sehingga di masa sekarang yang dibutuhkan adalah menggabungkan jumlah data besar dengan analisis yang benar-benar akurat. Maka tidak heran jika di Indonesia sendiri banyak organisasi surver yang mengklam memiliki data besar dan analisis yang akurat. Seberapa akurat dari analisis tersebut? Kita tunggu saja perkembangan it di Indonesia tahap berikutnya.