/Jokowi Temui Raja Salman, Kouta Haji Ditambah 10.000

Jokowi Temui Raja Salman, Kouta Haji Ditambah 10.000

Usai bertemu Raja Salman di Arab Saudi, Jokowi membuat kuota haji Indonesia bertambah. Sebanyak sepuluh ribu kuota haji ditambahkan.

Masa tenang pemilu 2019 dimanfaatkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menunaikan ibadah umroh. Tidak hanya umroh, di Arab Saudi Presiden Joko Widodo juga memenuhi undangan Raja Salman. Mantan Gubernur Jakarta tersebut dijamu secara khusus di istana Raja Salman hingga menghasilkan beberapa perjanjian bilateral antar negara, salah satunya adalah penambahan kuota haji.

Kunjungan Presiden Jokowi Widodo di Arab Saudi dan Penambahan Kuota Haji

Penambahan kuota haji setelah kunjungan Presiden Indonesia Jokowi ke Arab Saudi, kemudian ditanggapi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dirinya menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) akan serius menindaklanjuti realisasi penambahan kuota haji yang akan dilaksanakan pada musim haji ini.

“Kami di Kemenag akan all out untuk merealisasikan penambahan kuota 10 ribu meskipun implikasinya tidak sederhana. Penambahan kuota 10 ribu ini terjadi tatkala pemerintah sudah melakukan persiapan akhir pelaksanaan musim haji tahun ini,” kata Lukman dilansir liputan6, Selasa (16/04/2019).

Dia menyatakan jika penambahan kuota haji setelah Joko Widodo berkunjung ke Arab Saudi merupakan suatu kehormatan , karena memang sejak awal jajaran Kemenag khususnya petugas haji Indonesia sudah menyiapkan diri untuk melayani calon jemaah haji. Menurutnya dengan adanya penambahan kuota haji ini merupakan medan amal bagi petugas Kemenag untuk melayani dengan baik.

Lukman Hakim mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai kalangan termasuk muasasah yang akan membantu jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Koordinasi tersebut dilakukan mengingat muasasah merupakan pihak yang berhubungan dengan pelayanan jemaah di tataran implementatif.

Raja Salman Menyambut Jokowi (1news.id)

“Bahkan penambahan kuota ini telah masuk ke dalam sistem e-Hajj. Karena seluruh sistem pelayanan jemaah haji harus berada pada satu sistem berhasis elektronik yang dikenal dengan e-Hajj,” lanjut Lukman.

Lukman mengaku sangat bersyukur mendengar kabar bahwa Raja Salman menyetujui permintaan umat Islam Indonesia yang sebenarnya memang sudah cukup lama.  Hal tersebut merupakan kedua kalinya Raja Salman menyetujui permintaan penambahan kuota haji. Meskipun dengan waktu yang mendesak. Terlepas dari semua itu Lukman mengajak umat Islam di Indonesia untuk lebih mengedepankan rasa syukur, karena hal tersebut telah menunjukan jika pemerintah Arab Saudi memberikan posisi yang sangat istimewa bagi Indonesia.

Sebelumnya penambahan kuota haji secara mendadak disampaikan Raja Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya di Riyad pada Minggu, 14 April 2019. Jokowi melakukan umroh sekaligus memenuhi undangan Raja Salman, saat momen masa tenang pemilu 2019 berlangsung.

Selain dijamu oleh Raja Salman, Mantan Gubernur Jakarta tersebut juga melakukan pertemuan kenegaraan yang menghasilkan beberapa kesepakatan antara kedua negara. Langkah tersebut tentu menjadikan Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang harmonis. Perlu diketahuisebelumnya Raja Salman juga melakukan kunjungan di Indonesia bersamas 1500 jajaran pemerintahannya.