Tak Mau Diretas Lagi! Bank Syariah Indonesia (BSI) Tingkatkan Anggaran untuk Memperkuat Keamanan Data dan Layanan Perbankan

Kabar24

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI telah mengalokasikan dana sebesar Rp580 miliar sebagai modal kerja atau capital expenditure (capex) khusus untuk bidang informasi dan teknologi (IT) serta digital. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gangguan layanan dan isu kebocoran data yang terjadi baru-baru ini.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan dua kali lipat lebih besar dari anggaran tahun sebelumnya. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat digitalisasi dan keamanan data.

“Kita pahami bahwa digitalisasi tidak dapat dihindari, terutama dalam dunia perbankan. Pasar dan perilaku pelanggan semakin mengarah ke arah digital. BSI mengalokasikan capex sebesar Rp580 miliar untuk IT dan digital pada tahun ini,” ungkapnya dalam Press Conference Pemaparan Hasil RUPST Tahun Buku 2022 PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Senin (22/5/2023).

Lebih lanjut, Hery Gunardi, Direktur Utama BSI, menekankan bahwa realisasi anggaran tersebut, terutama untuk sektor IT dan digital, akan diprioritaskan untuk pengamanan data dan layanan perbankan.

Selain itu, dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang baru saja dilaksanakan, diambil keputusan untuk melakukan perombakan dalam jajaran direksi dan komisaris perseroan. Beberapa di antaranya adalah penghentian dengan hormat Achmad Syafii sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Tiwul Widyastuti sebagai Direktur Manajemen Risiko.

“Kemudian, Saladin D. Effendi ditunjuk sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Grandhis Helmi H. sebagai Direktur Manajemen Risiko,” ujar Hery Gunardi, Direktur Utama BSI, dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia juga memberhentikan dengan hormat Adiwarman Azwar Karim sebagai Komisaris Utama dan Nizar Ali sebagai Komisaris, serta menunjuk Muliaman D. Hadad sebagai Komisaris Utama/Independen. Selanjutnya, Bank Syariah Indonesia menunjuk Adiwarman Azwar Karim sebagai Wakil Komisaris Utama/Independen.

Perusahaan juga mengangkat Abu Rokhmad sebagai Komisaris baru, menggantikan Nizar Ali. “Kami yakin bahwa keputusan pemegang saham ini akan memperkuat manajemen perseroan, mencapai kinerja yang berkelanjutan, dan mendorong BSI untuk berperan lebih aktif dalam pertumbuhan perbankan syariah secara global,” tambah Hery Gunardi.