/Cerita Iriana Mendampingi Jokowi Sebelum Menjadi Presiden

Cerita Iriana Mendampingi Jokowi Sebelum Menjadi Presiden

Iriana menjadi salah satu sosok yang juga dikagumi. Ketenangan dan kesetiaannya yang terus mendampingi Jokowi dikagumi banyak orang.

Ibu negara Indonesia menjadi salah satu gelar tidak resmi yang ditujukan kepada pasangan presiden. Dalam periode Jokowi menjabat, Iriana secara tidak langsung juga menjadi ibu negara Indonesia. Iriana sendiri memiliki maghnet tersendiri bagi beberapa penggemarnya. Bagi sebagian orang, kehebatan Iriana terletak pada ketenangan dan kesetiaannya mendampingi Jokowi.

Ibu Iriana mengalami suka dan duka saat mendampingi suaminya, Jokowi.

Seperti yang diketahui, Jokowi menjadi salah satu pejabat yang memiliki keunikan. Dimulai dari Solo dengan jabatan Wali Kota, kemudian berpindah ke Jakarta menjadi Gubernur, dan kini menjadi seorang Presiden Republik Indonesia. Sepanjang perjalanan Jokowi, Iriana terus mendampingi Jokowi.

Alberthiene Endah, seorang penulis, menuliskan sebuah kisah Jokowi dan Iriana dalam buku yang berjudul Jokowi: Memimpin Kota Menyentuh Jakarta (2012). Dalam buku tersebut diceritakan berbagai peristiwa serta gejolak Jokowi dan keluarga dalam perjalanan kepala keluarga mereka dari menjadi Walikota hingga Presiden.

Iriana sempat khawatir jika suaminya benar-benar menjadi seorang presiden. Kesedihan karena melihat suaminya semakin kurus mengurus Jakarta seolah belum cukup. Ia harus kembali menghawatirkan keadaan suaminya jika Jokowi akan maju menjadi seorang presiden. Iriana juga khawatir suaminya dicap sebagai orang yang gila kekuasaan. Kekhawatiran Iriana memang berdasar. Perpindahan jabatan Jokowi yang hampir tanpa putus menjadi salah satu kekhawatiran Iriana.

Iriana terlihat memakai pakaian santai. ( brilio.net )

Sebagai seorang suami, tentu Jokowi harus menenangkan dan meyakinkan istri serta keluarganya. Doa dan restu dari keluarga sangat dibutuhkan oleh Jokowi. “Pada awalnya saya tahu bahwa istri dan anak-anak saya merasa dipaksa untuk setuju. Hebatnya, mereka bisa memberikan restu dan ketenangan. Adalah tugas saya untuk bisa menuntun perasaan mereka dan bisa menerima semua kenyataan baru dengan lapang dada,” kata Jokowi seperti ditulis Alberthiene Endah.

Ketenangan Iriana Joko Widodo seperti menjadi kekuatan tersendiri bagi Jokowi. Menjelang pemilu 2014, Jokowi kembali dicalonkan oleh partai PDIP sebagai calon presiden. Sementara Jusuf Kalla sebagai Cawapres. Lawannya adalah Prabowo sebagai presiden dan Hatta Rajasa sebagai Cawapres. Pilpres saat itu tidak kalah riuh dengan kondisi pilpres saat ini. Pilpres 2014 dan 2019 seolah-olah memiliki masalah yang sama, yaitu dipenuhi berbagai isu dan konten kampanye hitam serta kabar hoaks. Pada tahun 2014 Jokowi berhasil mengalahkan Prabowo dan Hatta Rajasa dengan perolehan suara 53,15 persen.

Dikutip dari Tirto.id, saat itu Kompas Tv melakukan sebuah wawancara kepada Jokowi dan Iriana Jokowi. Yang paling mengharukan dari wawancara tersebut adalah saat Iriana mengungkapkan perasaannya atas terpilihnya Jokowi menjadi presiden RI. “Saya selalu mendukung apa yang dilakukan Bapak. Saya hanya bisa berdoa untuk kebaikan Bapak,” kata Iriana.Dan seperi yang diketahui, hingga kini Iriana tetap mendampingi Jokowi. Bahkan ia beberapa kali terlihat menemani Jokowi ke berbagai tempat untuk keperluan kampanye. Iriana tetap terlihat tenang dan berwibawa. Kesederhanaan Iriana Jokowi selama mendampingi suaminya juga patut diacungi jempol