/Prestasi Menteri Sri Mulyani: Menjadi Finance Minister of The Year 2019

Prestasi Menteri Sri Mulyani: Menjadi Finance Minister of The Year 2019

Menteri keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu menteri yang diakui oleh dunia. Simak penjelasannya berikut ini.

Kinerja kabinet Jokowi menjadi salah satu hal yang paling disorot akhir-akhir ini. Terlebih lagi masalah ekonomi yang  terjadi di sepanjang pemerintahannya. Sorotan terhadap para menteri di era Jokowi pun meliputi di berbagai bidang, salah satunya adalah dalam bidang keuangan yang dipegang oleh Sri Mulyani. Hal terebut wajar karena kebijakan yang dikeluarkan menteri keuangan sedikit banyak berpengaruh pada perekonomian rakyat Indonesia.

Dalam perjalanannya, Sri Mulyani juga mengeluarkan berbagai kebijakan dalam masa kerjanya. Hal tersebut ternyata berpengaruh terhadap prestasi kerjanya di dunia Internasional. Salah satu prestasi Sri Mulyani adalah ia menjadi Finance Minister of The Year 2019. Pemilihan tersebut dilakukan oleh The Banker, sebuah majalah majalah keuangan internasional yang dimiliki Financial Times (The Nikkei) yang berbasis di London. The Banker juga merupakan sumber utama data dan analisis dalam industri keuangan dan perbankan.

Prestasi dan pencapaian Sri Mulyani yang menjadi Finance Minister of The Year 2019 dipengaruhi berbagai hal.

The Banker memilih Sri Mulyani karena beberapa hal (breakingnews.co.id )

Pertama, ketahanan perekonomian yang dimiliki Indonesia ternyata terjaga ketahanannya. Meskipun di sepanjang 2018 terjadi berbagai bencana dan tragedi yang berpotensi menurunkan perekonomian Indonesia, namun berbagai kebijakan yang dikeluarkan Sri Mulyani mampu menjaga perekonomian tetap stabil. Defisit Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2018 sebesar 2,19 persen. Hal tersebut tidak mudah dilakukan. Bahkan di beberapa negara lain pun belum tentu mampu menghadapi hal serupa.

Kedua, The Banker melihat Sri Mulyani telah berhasil membuat strategi keuangan untuk menghadapi bencana alam yang terjadi di Indonesia secara baik. Strategi pembiayaan risiko dan penjaminan atau asuransi tersebut berfungsi untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan pascabencana alam. Sri Mulynai mengusulkan adanya asuransi tersebut pada bulan Oktober 2018. Langkah tersebut dinilai sebagai modernisasi respon negara terhadap bencana alam, sehingga negara mampu lebih sigap dan siap dalam pembiayaan dampak bencana.

Ketiga, Sri Mulyani juga berhasil membuat serangkaian perubahan pada sistem perpajakan di Indonesia. Perubahan sistem tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan negara. Beberapa strategi dalam perbuahan sistem pajak seperti penyederhanaan proses pembayaran pajak dan penambahan lokasi tempat pembayaran pajak. Sehingga pembayaran pajak oleh masyarakat lebih mudah dan lebih cepat dilakukan.

Keempat, memotong tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk perusahaan kecil dan menengah sementara pajak e-commerce dikenakan pada perusahaan e-commerce yang beroperasi dari luar negeri. Indonesia sedang mengalami persaingan usaha sekaligus peningkatan dalam idustri e-commerce. Dari peningkatan tersebut, Sri Mulyani tetap memberlakukan pajak dengan strategi yang cukup baik bagi pendapatan negara.

Dan yang terakhir, keputusan menteri Sri Mulyani untuk memberlakukan pengurangan pajak pada layanan ekspor milik Indonesia dinilai tepat. Ia menjadikan tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar (PPN) 0% (nol persen) dengan tujuan untuk menstimulasi sektor tersebut.Beberapa hal tersebut membuat The Banker menjadikan Sri Mulyani menjadi Finance Minister of The Year 2019.